
”Aku akan menceritakan kepadamu sebuah kisah tentang seorang gadis yang cantik. Gadis yang tersesat dalam dunianya.”
”Mengapa ia tersesat?” tanyanya bingung.
”Ia seperti bayangan, bisa berada di mana saja, mengikuti terang, juga mengikuti gelap…,” tuturku sambil menerawang jauh ke pemandangan luar jendelaku.
Angin bertiup dingin dari celah gorden yang kacanya sengaja kubiarkan terbuka. Salju-salju putih itu turun beterbangan dengan lentur dari langit kelam malam itu. Serpihan-serpihan kristalnya terlihat menyala-nyala di sekitar pondok kayu kecilku di tengah hutan.

